Minggu, 28 Mei 2017
Selasa, 18 April 2017
Pendakian gunung sindoro via bansari
Pendakian Sindoro Via Bansari
Salm lestara
buat abang, mpo, none agan sista. Kali ini saya akan menulis catatan perjalanan
saya selama mendakigunung sindoro via bansari, semoga catatan perjalanan saya
bisa memberikan informasi buat semua.
Sebelum
memulai catatan perjalanan ini, penulis mau sedikit membagi informasikan mengenai gunugn sindoro. Gunung
sindoro adalah salah satu gunung yang berada di jawa tengah yang juga merupakan
salah satu anggota dari triple S, yaiutu sindoro, sumbing, dan selamet. Ketinggian
gunung sindoro sendiri adalah 3153 mdpl. Gunung sindoro merupakan gunung yang
aktif, tapi bukan aktif di sosial media loh ya wkwkwkwk. Salah satu daya tark
dari gunung sindoro adalah selain pemandangan yang memukau, juga gunung sindoro
dianugrahi dengan wilayah puncak yang sangat luas. Selama saya melakukan
pendakian, baru kali ini saya menemukan puncak yang begitu luas, sampe bisa
kayanya itu puncak di pake buat main bola.
Berbicara bagaimana kita bisa menggapai puncak
sindoro, kawan – kawanga usah khawatir karena ada beberapa jalur yang bisa
digunakan untuk encapai puncak sindoro. Jalur keledung, sigedang dan jalur
bansari, itulah jalur yang bisa digunakan untuk mendaki gunung sindoro. Jaluru
yang umum digunakan para pendaki adalah jalur kledung. Kali ini saya membahas
pendakian jalur via bansari.
Akses
Sindoro Via Bansari
Untuk akses transportasi menuju bansari, saya hanya akan
membahas rute dari bandung, karena saya sendiri memulai perjalanan dari bandung
ya. Cukup mudah bagi kalian yang akan berangkat dari bandung menuju sindoro via
bansari. Dari bandung cukup menggunakan bus
jurusan wonosobo dengan ongkos 80 ribu menggunakan bus sinar jaya dan 85
ribu menggunakan budiman. Nah perlu kawan kawan ketahi bedanya budiamn dengan
sinar jaya, kalo budiman biasanya include makan tapi klo sinar ga, jadi
silahkan memilih, tidak lupa juga saya kasih tau kalo jam keberangkatan dua bus
ini Cuma dua kali, pagi dan sore. Kalo pagi bis tetrakhir berangkat jam 7,30 dan sore jam 17.00,jadi jangan sampe ketinggalan. Waktu yang diperlukan dari
bandung ke wonosoba sendiri sekitar 9-10
jam, jadi siapin lah kawan punya pantat heheheh lumayan tepos juga tuh
duduk segitu lama. Untuk pemberhentian di wonosobonya, kawan tidak usah
khawatir karena bus akan berhenti di terminal mendolo, terminal yang juga
tujuan akhir dari bus dan sekaligus tujuan kawan semua.
Sesampainya di terminal mendolo, tujuan selanjtunya adalah
menuju base camp

kompas bansari,
yang dimana base camp ini adalah tempat untuk melakukan perizinan pendakian sindoro
via bansari. Untuk mencapai base camp, kawan cukup menggunakan bus kecil atau elf yang jurusan
temanggung, karena di sana ada juga bus yang mengarah ke dieng jadi jangan
sampai salah naik jurusan, dan tidak
usah repot, angkutannya sudah stand by di terminal. Hanya saja angkutan ini
tersedia dari jam 4 dini hari sampai jam 17.00. buat ongkosnya sendiri, kawan
Cuma perlu bayar 15 ribu untuk diantarkan ke parakan di pasar legi. base
camp kompas ini berada di desa bansari kecamatan parakan. nah perjalanan
berlanjut lagi, setelah sampai di pasar legi ini, kawan hanya tinggal
menggunakan sekali lagi angkutan angkot sampai ke pos pendakian jalur besuki.
Perlu diingat angkutan hanya ada sampai jam 17.00, lebih dari jam 17.00 bisa
menggunakan ojek yang tentunya harganya tidak sama dengan angkutan umum.

base camp kompas
tiket bus sinar jaya bandung - wonosobo
No
|
Perjalanan
|
Alat transportasi
|
Biyaya
|
1
|
Bandung – wonosobo (terminal mendolo)
|
Bus
|
80.000-100.000
|
2
|
Terminal mendolo – pasar legi (parakan)
|
Bus kota / elef
|
15.000
|
3
|
Pasar legi – pos pendakian kompas
|
Angkutan umum / ojek
|
5000 – 10.000
|
Base camp 1.071 mdpl – pos
1 sidempul camping ground 1.576 mdpl (1,5 – 2 Jam)
Jalur pendakian
via besuki ini di awali dengan menempuh jalur perkebunan palwija sejauh kurang lebih 3 km yang harus ditempuh
dengan jalan kaki. Tapi jangan khawatir rute dari base camp menuju ke pos satu
ini adalah berupa jalan yang cukup luas dengan susunan batu yang cukup rapih
sehingga memungkinkan untuk dilewati oleh kendaraan roda dua mapun roda empat.
Roda 3 juga bisa sih heheheh. Buat kawan yang ingin menempuh perjalanan dengan
cepat dan tidak cape, di pos pendakian banyak tukang ojek yang menaarkan jasa
untuk mengantarkan sampai ke pos satu dengan ongkos yang cukup terjangkau Rp.
20.000.
Di pos 1 ini
kawan akan mendpatkan sumber mata air yg berupa bak penampungan yang bisa
digunakan untuk mengisi perbekalan. Di jalur bansari sendiri ada dua sumber
mata air, yaitu di pos satu sama pos 3, tapi saya lebih menyarankan kawan
mengisi air di pos 1 ini, karena di pos 3 cukup jauh dan sulit untuk
mengaksesnya. Sedikit tips buat yang g mau cape tapi tidak bayar, kawan tinggal
berangkat pagi karena bila pagi banyak kendaraan kol bak yang pergi kea dang
jadi bisa nebeng dah tuh.
Pos 1 – Pos 2 Turunan (1,5
jam)
dari pos1 menuju ke pos 2 ini kawan akan melewati
jalan yang kanan kirinya penuh dengan rumput dan pepohonan yang sangatrindang.
Awalnya jalannya cukup datar namun selepas sungai pendakian mulai menanjak.
Jalur bansari ini bila dibandingkan dengan jalur keledung sangat berbeda
sekali. Jalur bansari memiliki karakter hutan yang lebat dengan di tumbuhi
pohon – pohon besar, perdu perdu, pakis, akasis juga yang tidak kalah lebat
yang menutupi jalur pendakian. Jalur ini sangat disarankan bagi kawan yang
ingin memperoleh sensasi rimba yang masih sangat lebat dan juga bagi kawan yang
tidak kuat dengan terik matahari, karena jalur bansari benar benar htan yang rapat.
Di pos dua ada lapak untuk mendirikan satu tenda saja.




pos 1
Pos 2 – pos 3 Bukit Sauma 2.171
mdpl (1 jam)
Karakter medan
yang dilewati masih sama dengan sebelumnya. Menurut penjelasan kalo di pos tiga
ini terdapat sumber air, jaraknya sekitar 100m dari pos. di pos tiga ini juga
terdapat shelter, namun saat kami tiba di pos tiga, kondisi pos tiga terlihat
adanya bekas reruntuhan pohon yang menimpa shelter, dan memorak porandakan
shelter. Air sendiri, saya tidak sempat mengecek keberadaan air di pos tiga, jadi
saya saankanlebih baik menyiapkan air di pos 1. Sepanjang perjalanan juga tidak
jarang saya menemukan pohon tumbang yang melintang menghalangi jalur pendakian,
jadi mau tidak mau kami harus merangkak atau memanjat pohon tumbang tersebut.
Di pos 3 ini bila melihat wilayahnya bisa mendirikan tenda kapasitas 2-3 orang
sebanyak 4 tenda, namun sangat di sayangkan reruntuhan pohon membuat lapaknya
hilang.




trek dari pos 1 ke pos 2
penampakan pos 2
Pos 3 – pos 4 bukit sauma
2.314 mdpl (1 jam)
Perjalanan menuju pos 4 masih sama dengan medan seblumnya, menanjak
dan lebat. Pos 4 ini merupakan dataran
yang hanya bisa didirikan satu tenda saja yang berada di sebealh kiri
jalur pendakian




pos 3 yang shelternya ketiban pohon
Pos 4 – pos 5 mlelan 2.715
mdpl (2 jam)
Perjalanan dari pos 4 menuju pos 5 ini aga sedikit berfareasi,
medan menuju pos 5 ini kawan akan menemukan bonus alias jalanan datar yang
melipir gigiran jurang. Dari sini kawan akan kembali disuguhi pemandangan
gagahnya gunung sumbing dan jejeran gunung lainnya seperti merapi dan merbabu.
Perjalanan menuju pos lima kawan akan menemuakn pos bayangan yang bernama pos
ojek. Selepas pos ojek ini medan mulai berubah dari yang sebelumnya hutan lebat
kini mulai berubah dengan sabana dan vegetasi puncak dengan jalan tanah yang
bercampur dengan kerikil dan batu, tetapi perjalanan tetap menanjak dan
menguras tenaga.
Pos 5 ini merupakan dataran terbuka yang hanya bisa didirikan
satu tenda saja. Pos ini juga tidak begitu bagus untuk mendirikan tenda, hanya
saja tempat ini memiliki spot yang pas untuk melihat sanset dan melihat dengan
jelas pemandangan gugusan gunung.
pemandangan dari pos 5
Pos 5 – pos 6 centhong 3.050 mdpl (2 jam )
Perjalanan dari pos 5 menuju pos 6, kawan masih harus menapaki
jalan berbatu dan kerikil di tengah punggungan gunung sindoro yang terbuka.
Sepanjang perjalanan di jalur ini telah diberikan string line dan penunjuk
arah, bahkan selama perjalanan dari pos 5 menuju pos 6 ini kawan bisa melihat
puncak sindoro, jadi tidak usah khawatir akan kehilangan arah.
Pos 6 merupakan
dataran yang cukup luas yang berada di sebuah cerukan tebing di bawah puncak sindoro.
Di pos enam kawan bisa mendirikan cukup banyak tenda jadi jangan khawatir
kehabisan lapak, hanya saja permukaannya tidak begitu rata karena bekas dari
rumput yang di babat. Di pos 6 kawan sudah bisa menyaksikan sunrice, dan saya
rasa ini adalah spot terbaik unutk melihat sunrice langsung dari dalam tenda,
jadi ga harus muncak dulu karena dari pos enam menuju puncak hanya memakan
waktu 20 menit jadi udah deket gitu loh.




pos 6
Dai pos 6 menuju puncak medan yang dilewati hanya padang
sapana dengan permukaan jalan yang berkerikil dan bebatuan. Dsesampainya di
puncak kawan akan disuguhi dengan luasnya puncak sindoro dengan cerukan cerukan
yang terisi oleh genangan air. Buat kawan yang mencari triangulasi gunung
sindoro, kawan akan menemukannya di puncak sindoro jalur kledung. Untuk sampai
triangulasi, kawan perlu melipir di gigiran kawah sindoro.




Puncak cuy.....
nih ane kasih sedikit cuplikan video ane di sindoro
Rabu, 30 November 2016
family fun camp
Family Fun Camp
Sedang
merencanakan sebuah liburan bareng keluarga ? Bosan dengan liburan yang
gitu-gitu aja dan bingung mencari tempat liburan yang asik dan mendidik putra putrid
anda?
Bagaimana
kalau mencoba sesuatu yang seru dengan Camping Keluarga Ceria ?
Yup Camping
Keluarga Ceria sebuah konsep liburan keluarga yang memungkinkan putra-putri
anda lebih dekat dengan alam sekitar, menikmati sejuknya ketinggian, view yang
menyegarkan, dan petualangan seru lainnya.
Dengan
konsep outdoor living ini, anda dan keluarga akan bersama –sama melewati
weekend dengan keseruan berkemah, tanpa harus repotkan dengan urusan persiapan
dan perlengkapannya, karena summit outdor yang akan mempersiapkan semuanya,
jadi anda dan keluarga tinggal datang dan mulailah berpetualang.
Untuk setiap
paket Camping Keluarga Ceria, akan kami siap sediakan berbagai alat dan
fasilitas camping sbb;
Pilihan Lokasi Camping
Jayagiri Lembang
Ranca Upas Ciwiday
CIC Lembang
Fasilitas
- ticketing +
asuransi
- tenda
- Sleaping Bag
- Matras
- Makakn 2x
- Snack
- MCK/WC
- Api Unggun
- Guid
- P3k
- Out bond
Waktu 2 hari 1 malam
Harga RP. 600.000,- / pack/ keluarga
Kuota keluarga 4 orang. Setiap penambahan
satu orang dikenakan biyaya Rp. 100.000
Harga dan item bersifat umum. Dapat dikondisikan sesuai
kebutuhan.
Jumat, 16 September 2016
Rabu, 14 September 2016
pendakian gunung rinjani
Mimpi
yang menjadi kenyataan
Satu perjalanan kembali telah kita lalui, dan satu
sejarah telah kembali kami torehkan dalam buku kehidupan kami. 25 desember 2012
kami spuluh orang yang bermimpi menginjakan kaki kami di salah satu gunung
tertinggi di Indonesia GUNUNG RINJANI. Dengan tekat, harapan dan impian jam
19.00 sepuluh orang ini bertolak meninggalkan rumah tempat tinggal,
meninggalakan rasa nyaman yang selama ini di nikmati menuju pertualangan yang
sudah ditunggu tunggu. Sepuluh orang ini adalah:
1. Rendra
ristiana
2. Raden
dewa sunu
3. Faisal
m mataiya
4. M.
zuhri marasabessy
5. Ilham
6. Restu
fuji
7. Fate
fandanrangi
8. Isma
9. Endah
yuliandasari
10. Liana
Selasa, 25 Desember 2012
Sore sekitar jam 17.00
kami berangkat dari kampus yang telah mempertemukan sepulluh orang yang haus
akan hal han baru ini ke yogya, dimana di Yogyakarta kami akan melanjutkan
perjalanan menuju mimpi yang semakin dekat. Berangkat dri bandung kira kira jam
19.00 kami tiba di kota yogya sekitar jam 06.00 kami menghabiskan berjam jam
perjalanan dari bandung Yogyakarta haya duduk di dalam bis.
Rabu, 26 Desember 2012
Jam 06.00 kami tiba di
salah satu pasar di Yogyakarta, dan tujuan kami sekrang yaitu stasiun
lempuyangan, namun posisi kami saat ini ternyata masih jauh dari stasiun
lempuyangan, dan senua di luar rencana. Akhirnya kami memutuskan untuk
mencarter kendaraan yang bisa mengangkut kami ke stasiun lempuyangan. Dengan
uang sebesar Rp 200.000 kami sampai di stasiun lempuyangan jan 07.00, sedangkan
kreta kami akan berangkat pada jam 07.30. sambil menunggu keberangkatan kreta
kami menunggu salah satu senior kami di SBSM yaitu juragan Boy. Tak terasa jam
telah menunjukan jam 07.30, dan kami pun harus segara menaiki kereta dan dengan
berat hati meninggalkan kang Boy yang telah membekali kami berkardus kardus
nasi gudek, dalam hati ku lumayan lah untuk sarapan…..
Kembali kami
menghabiskan berjam jam perjalanan hanya duduk di bangku kreta, namun banyak
pengalaman juga yang kami dapatkan selama berada di kereta, dari mulai pedagang
yang rebut dengan pegawai kreta api, orang orang yang mencari rezki dengan
berbagai macam cara, mengamen, nyapu nyapu, wah aneh lah buat sya semua ini.
waktu terus berjalan dan tidak terasa kami sampai di Surabaya, dimana di
Surabaya kami kedatangan tiga personil pengejar mimpi yaiut:
1. Intan
slipilia
2. Jum
riani ganing
3. Tri
Dari mulai Surabaya kami berjumlah 13 orang, waw
semakin seru tim kami dan semakin semarak suasana di dalam gerbong. Ada satu
teman kami yang bergaya ala juple di film 5CM, tapi tetep z gayanya nora
hahahaha. Tepat jam 21.30 kami tiba di stasiun banyuwangi, setasiun paling
timur di pulau jawa. Waw…. Gila aq ga nyangka bisa berada di tempat yang begitu
jauh dari rumah. Tidak menunggu lama kami langsung bergegas menuju pelabuhan
ketapang, dan kami langsung beli tiket untuk menyebrang ke pualau bali. Dalam
benak ku gila coy……gw mau k bali….g nyangka gw hahahah. Senang bercampur tidak
percaya sebentar lagi saya bakalan nginjekin kaki di pulau bali dan
meninggalkan pulau jawa. Tinggal dalam hitungan menit saja kapal akan merapat
ke dermaga, dan kaki saya ini akan menginjak pulau bali hehehehehe
senangnya…..melihat raut wajah teman teman yang Nampak cape namun terpancar
rasa senang kami melanjutkan perjalanan menuju ujung bali pelabuhan padang baiy
dengan menggunakan bis. Saat bis mulai berjalan jam tepat menunjukan kira kira
pukul 23.00, dan sampai di padang baiy pada pukul kira kira 05.00 dini hari.
Kamis, 27 Desember 2012
Pukul 06.00 kami sarapan dan bersih bersih lah
seadanya di warung tempat kami sarapan, tanpa mandi tanpa ganti pakaian n kita
nangkring pinggir jalan, layaknya seorang turis, namun bukan kaya turis yang
ada malah kaya gembel. Selesai kami sarapan kami lanjutkan lagi perjalanan.
Setelah saya menginjakan kaki di pulau bali kini saya bakalan mendaratkan kaki
dan badan ini di pulau Lombok……woy….lombok saya datang…. 5 jam terapung di laut
lepas akhirnya kami merapat di pelabuhan, dan rencanannya kami bakal di jemput
oleh saudara kami terubeyk hahahaha dayat dan ogi, dan memang saja tidak
menunggu lama setelah kami turun dari kapal, kami langsung di sambut oleh dayat
dan ogi.
Jumat 28 Desember 2012
03.00 dini hari, dengan semangat dan bercampur rasa ngantuk yang
sangat tinggi kami membereskan keril yang kami gunakan ke dalam mobil yang akan
mengantar kami ke kaki gunung RINJANI yaitu desa sembalun. Saat perjalanan
mobil yang kami tumpangi tiba-tiba bannya bocor, mungkin karena beban yang di
angkutnya berlebihan. Sampai di daerah aikmal, mobil yang kami tumpangi sudah
tidak sanggup langi mengantar kami, alhasil kami mencari mobil yang mw
mengantar kami. Jam 09.00 kami telah tiba di desa sembalun dan telah siap
melakukan pendakian setelah sebelumnya kami mendaftar terlebih dahulu. Lima
menit pertama pendakian kami melewati hamparan pesawahan desa, setelah itu kami
dihadapkan dengan bukit bukit, orang bilang sih tujuh bukit penyesalan, tapi
kata fate bukitnya kaya bukit di film teletabis. Memang indah bukit yang begituas
berbentuk setengah lingkaran dengan warna hijau, beuh……kren lah pokonya,
kemudian treknya yang terus menanjak menanjak…..di dukung cuaca yang panas
bikin kita semkin cepat merasa cape. Sekitar jam duabelasan kita sampai di pos
pertama, kita sekalian makan siang dan shlat.
Dengan medan yang terus menerus sperti itu padang savanna jalan menanjak pebukitan, satu persatu pos berhasil kami lewat, tidak sedikit selama perjalanan kami ngetawain si fate, anak satu ini dah macem macem z tingkahnya, dah badnnya kecil gendong keril gede, terus pake topi warna merah di miringin pula dah kaya bebek jg jalannya, masih teringat omongan fate “kang tungguin atuh kang, ga kuat saya”. Hujan lebat menemani perjalanan kami dan sampai di pos tiga kira kira jam 17.00-17.30 kami memutuskan untuk beristirahat dan bermalam di pos tiga.
Pos
3
Sabtu 29 desember 2012
Jam 05.00 sbagian dari tim telah bangun dari mimpi
indah dan sudah harus bersiap menyiapkan fisik untuk melanjutkan perjalanan.
Mata yang masih ngantuk telah di manjakan dengan pemandangan yang sangat indah,
dengan hamparan savanna yang berbukit bukit di bawah kami berpijak, dan tebing
yang tinggi kokoh menghadang kami yang semakin cantikk saat matahari
menyinarinya. 09.00 seluruh tim telah selesai sarapan dan packing seluruh
perlengkapan dan bergegas melanjutkan perjalanan. Langkah demi langkah telah
kami lewati dengan letih dan keringat yang mengucur, trek yang di lewati terus
menanjak, berbeda dengan trek hari sebelumnya yang berupa bukit, hari ini kami
menyusuri punggungan punggungan lereng gunung, yang hampir tidak ada bonus,
nanjak terus…..air gula di siapkan buat nambah stamina, namun saudara kami fate
tetap kewalahan dengan membawa keril yang mengalahkan ukuran tubuhnya sendir,
alhasil dia terdampar di pertengahan tanjakan, guprakkkk “woy…tungguin
lah….istrahat dulu” itu yang terdengar dari tubuh kecil yang mengandong keril besar.
Jam 12.00 kami tiba di pos bayangan, kami istrahat
sebentar untuk menghikangkan lelah, dan sedikit narsis dengan mengambil foto.
Lagi lagi kami di kagumkan dengan pemandangan yang kami lihat, kami serasa
berada di film twiligt, jurang yang berkabut dan lapisan tanah yang begitu
indah, pemandangan yang membuat kami kembali bersemangat melanjutkan
perjalanan. Jam 14.00 kami telah tiba puncak punggungan terakhir sebelum
mencapai pos palawangan, setelah sebelumnya kami melewati trek yang hampir 45
drajat tingkat kemiringannya dengan akar pohon sebagai pijakan kami.
Jalur menuju palawangan
Satu persatu tim mulai sampa. Sekitar jam 16.00
akhirnya kami tiba di palawangan. Bergegas mendirkana tenda, dan membagi tugas
mengambil air dan masak. Saat kami tiba di palawangan, sudah banyak tenda yang
berdiri di sana, dan kami beruntung masih mendapatkan tempat untuk mendirikan
tenda. Cukup lama kami istirahat, saya di kagetkan dengan teriakan anak anak
satu tim saya “segaraanak…….wowhow…..” dalam hati bertanya “segara anak???”
tnpa piker panjang saya segera bergegas ke tepian jurang, dan ternyata sangat
luar biaasa danau segara anak begitu mempesona terlihat dari pelawangan, dan
tidak sadar bulu kuduk saya berdiri menyaksikan keindahan yang telah tuhan
ciptakan. Menatap keindahan segara anak, tidak terasa hari semakin senja, dan
udara terasa semakin dingin, dan kami bergegeas merapat ke tenda untuk
berlindung dari gigitan udara yang terus berubah.
30 desember 2012
Jam 01.00 kami telah bangun dan bersiap untuk
melanjutkan perjalanan ke puncak tertinggi ke tiga di indinoseia (summit
ateck), kami tidak membuang waktu lagi setelah perisapan selesai dan doa
selesai di ucapkan kami melanjutkan perjalanan. Kembali kami menghujamkan kaki
kami untuk melangkah menuju mimipi yang lama terkubur dalam ingatan. Suadah
hampir tiga jam kami berjalan, kondisi fisik kami mulai melemah, kami mulai
tersusul oleh pendaki pendaki lain di belakang kami. “kang saya g sanggup lagi,
udah duluan aja” keluar kalimat itu dari mullut fate yang menandakan dirinya
merasa kelelahan yang sangat luar biasa. Saya mencoba menuntun fate agar tetap
melangkah. “aq pengen pulang” terdengar kembali kalimat serupa yang di ucapkan
fate, dan kali ini keluar dari endah. Zuhri mencoba member semangat endah
dengan mengatakan “ayo di puncak ada konser suzu” secara endah gila kepop.
Sekitar jam 05.00 saya, dewa dan faisal menjadi orang yang terakhir sampai di
puncak di rombongan kami. Warna oren yang bercampur dengan biru hitan dan putih
menjadi gradasi warna yang begitu indah, serta segara anak yang begitu luas di
lihat dari puncak membuat rasa lelah dan cape sirna.
Ini
puncak…….
Sekitar jam 11.00 kami telah sampai kembali di base
came, rencananya kami akan turun ke segara anak, dan bermalam di sana, namun
karena rasa lelah yang kami rassakan tidak sadar badan ini masuk ke dalam tenda
dan terlelap. Baru sekitar jam 14.00 kami packing seluruh peralatan, dan
melanjutkan perjalanan sekitar jam 15.00. hujan yang mengguyur jalan yang kita
lewati membuat kami aga sedikit kesulitan melewati jalan menuju segara anak
yang berbatu dan curam. Jam 18.00 kami tiba di segara anak. Kesan pertama yang
ada di benak saya, wah gila di gunung kaya gini tapi suasananya kaya persami
alias perkemahan sabtu minggu. Begitu ramai suasana segara anak saat kami tiba,
tenda berderet di sebanjang segara anak, luar biasa. Selasai mendirikan tenda,
saya di temani bang oding dan kaka ali saya pergi mencari air bersih untuk
masak. Lumayan jauh saya mendapatkan air bersih, namun jalan untuk mendapatkan
air bersih cukup jelas dan melewati sumber air panas yang juga bisa digunakan
untuk berendan, namun harus sedikit berhati hati, karena jalan menuju sumber
mata air berada di gigiran jurang.
31 desember 2012
Jam 05.00 pagi pertama dalam hidup saya, saya
lewatkan di tempat yang begitu mempesona, saat saya buka mata, tampak hamparan
berkubik kubik air yang berbau belerang. Udara yang begitu segar, belayan angin
lembut yang mengelus leher dan menerpa rambut, sungguh kenikmatan yang tidak
bisa di dapat di tempat lain. Hari ini kami habiskan waktu dengan memancing,
Gini
nih caranya menikmati hidup
berendam air panas, berfoto bersantai, serasa surge
pikirku. Saat senja menghampiri kami, kami baru sadar bahwa hari ini adalah
hari terakhir di tahun 2012, dan kami akan menyambut tahun baru di tempat yang
istimewa, tdak semua orang bisa merasakan yan saya rasakan, terimakasih tuha.
Waktu pun terus merayap, dari jam tujuh ke jam delapan, jam delapan yang curam, jalur yang akan kami lewati. Begitu panjang perjalanan
yang kami tempuh untuk turun, karena jalur senaru star di ketinggian sekitar
400 mdpl. Sekitar jam 21.00 enam orang dari tim, termasuk juga saya tiba di
pedesaan, dan klompok selanjutnya sampai di pedesaan sekitar jam 24.00.
Suasana
pagi di desa kaki gunung rinjani
Kamis, 08 September 2016
Alhamdulilah wisudaa juga heheheheh
12- 19
0ktober 2013
Anggota tim
pendakian:
1. Dewa Sunu
(si kalem)
2. Rendra
Ristiana (si ganteng hahahaha)
3. Restu
Puji (si photo grapher)
4. Novani
putrid (si heheh)
Wisuda di Argopuro
Sabtu, 12
oktober 2013
Jam 17.00 kami beranjak dari kampus STKS bandung menuju tempat bis
berada, yaitu di jalan pajajran, karena kami menggunakan bis malam menuju ke
yogya. Rencana awalnya sih kami berangkat dari bandung mau pake kereta, tapi
karena kehabisan alhasil kakmi menggunakan bis dari bandung ke yogya dari yogya kami baru pake kereta ke probolinggo. Bis yang kami tumpangi itu
bis bandung ekspres dengan bayar Cuma Rp
95.000, murah memang tapi itu klas ekonomi, karena saat kami membeli kela
bisnis ac nya sudah habis, kalo yang ac harganya Rp 115.000. dari tim yang
berjumlah empat orang haya bertiga yang menggunakan bis ini, satu teman kami
yaitu restu dia menggunakan bis kramatjati, karna ada tragedi lah. Kamii
bertiga tiba di bis bandung ekspres skitar jam 17.50, sekitar satu jam lah dari
dago. Jam 19.08 bis mulai menggerakan rodanya untuk menuju kota yogya, dan kami
tiba di yogya, tepatnya di terminal
giwangan sekitar jam 07.50 pagi di hari minggu.
nah ini ane lagi terdampar nih di terminal giwangan. ga terdampar juga sih tapi lagi nungguin tumpa
nah ini kita lagi makan siang menghimpun tenaga buat lanjut ke stasiun probolinggo
Minggu, 13
oktober 2013
Setiba kami di terminal giwangan
kami harus bergegas ke stasiun lempuyanga
mengejar kereta yang akan berangkat pada pukul 09.00. ada beberapa cara
yang bisa digunakan untuk sampai di stasiun lempuyangan, yang pertama dengan menggunakan bis trans yogya, dan
biayanya murah Cuma bayar ya paling Rp
3000-5000. Cara yang kedua yaitu pake
ojek atau pake taksi, ya sudah bisa diduga biyaya ongkosnya juga tidak
murah. Satu orang harus membayar Rp 20.000-25.000.
kami yang mengejar waktu karena takut ketinggalan kreta terpaksa
menggunakan jasa angkutan taksi, karena bila menggunakan bis trans memakan
waktu satu jam dari terminal giwangan menuju lempuyangn, sedangkan bila
menggunakan taksi atau ojek haya memakan waktu 30 menit saja. Jam 08.30 kami
tiba di stasiun lempuyangan, kami pun menyempatkan untuk sarapan, karna lumayan
banyak warung warung yang menjajakan makanan yang harganya cukup sesuai dengan
kantong mahasiswa lah. Selesai sarapan kami bergegas masuk stasiun.
Jam 09.00 tepat kreta berangkat meninggalkan stasiun lempuyangan.
Kreta yang kami naiki itu adalah kreta legawa, kreta ekonomi, tapi meskipun
klas ekonomi kreta sudah dilengkapi sama ac dan colokan buat ngecas, nyaman lah
pkonya, murah lagi ongkosnya Cuma Rp 50.000 dengan jararak jauh atau dekat. 17.45 kami tiba di stasiun proboloinggo dan
kami telah di tunggu sama si restu yang udah lebih dulu sampai di probolinggu
dengan menggunaka kreta yang berangkat lebih pagi. Kami istirahat makan dan
shalat di alun-alun probolinggo sambil menunggu bis yang akan mengantar kami ke
besuki. 18.32 kami telah menaiki bis
yang akan mengantarkan kami ke Besuki, kami membayarkan uang untuk ongkos Rp
12.000 per orang dan kami tiba di alun alaun besuki sekitar jam 20.10. kami
makan di alun alun besuki, di sekitar alun alun itu memang banyak juga
angkringan tempat anak muda nongkrong dan kami pun menikmatinya lah…sudah cukup
malam kami memutuskan untuk beristirahat di musola di samping kantor polisi, di
perempatan jalan yang mau ke baderan.
Senin 13
oktober 2013
Pagi di besuki menyambut, dan
kami bergegas untuk melakukan perjalanan ke pos perijinan pendakian di baderan,
tapi sebelum melanjutkan perjalanan saya dengan fani pergi ke pasar membeli
keperluan logistic selama pendakian. Dari kantor polisi tidak jauh k pasar
hanya memerlukan waktu lima menit lah dengan jalan kaki. Selesai packing kami
laporan ke kantor polisi dan berterimakasih, dan tidak disangka kami di carikan
kendaraan untuk mencapai baderan, alhasil kami berangkat sekitar jam 10.20 dan
tiba di baderan di pos perijinan jam
11.20 dengan ongkos masing masing Rp 20.000. kami langsung mengurus
perijinan dan memulai lagi perjlanan, memulai pendakian pada jam 12.14, jalan
yang kita leati itu perkebunan dan wilayah yang terbuka jadi kami sangat
kepanasan banget karna matahari sedang terik banget, dan kami baru tiba di sumber mata air 1 pada jam 19.00 karena
treknya menanjak dan berdebu. Nah buat yang ga mau jalan kaki ada ojek yang
bisa mengantar sampai ke sumber mata air 1 dengan bayar Rp. 30.000, nah kalo
mau bisa juga ke cikasur, yaitu pos
selanjutnya dengan biaya Rp 200.000, wah mahal banget ya. Di sumber mata air 1
ini tersedia air, tidak terlalu jauh juga turun ke bawah, kalo dari jalur
pendakian turun ke sebelah kiri.
Selasa, 14
oktober 2013
Hari yang baru semangat baru dan tang tangan baru siap kami tempuh, perjalanan selanjutnya adalah
kami siap mencapai cikasur. Perjalanan
kami mulai pada jam 09.00. seperti pendakian hari sebelumnya kami di sambut
dengan debu-debu yang berterbangan dan trek yang naik turun dan landai juga.
Pada jam 13.00 kami baru disuguhkan dengan pemandangan yang sangat luar biasa
memenjakan mata dan menghilangkan rasa lelah letih, kami tiba di alun alun kecil , alun alun atau padang
safana yang sangat luas dan indah. Kami masak makan dan beristirahat. Pada jam
14,00 kami melanjutkan perjalanan menuju cikasur. Kami membelah padang safana
yang luas, keren lah pokonya. Jalan beberpa jam dengan jalan yang berdebu dan
menanjak, kami bertemu lagi dengan padang safana yang lebih luas dari alun-alun
kecil, saya piker ini dia alun alun besarnya hehehe, kembali kami berjalan
membelah padang safana yang luas……..jam 17.00 kami akhirnya tiba di cikasur,
kami semua terkagum kagum dengan apa yang kami lihat, padang safana lagi
men….luas banget….kaya ga ada ujungnya gitu, dan ternyata konon jaman dulu itu
cikasur adalah tempat mendarat pesawat belanda, kaya bandara gitu deh. Selain
itu di tengah tengah padang safananya itu ada sungai yang jernih yang di
samping sampingnya ada selada airnya, kren banget lah. Kami pun melewatkan
malam di cikasur.
Rabu, 15 oktober
2013
Selesai sarapan packing dan
segala macem, sekaligus photo tidak lupa pake toga juga sudah dilakukan hehehe
wisuda di alun alun nih . kami melanjutkan perjalanan pada jam 10.00 tepat
menuju cisentor, pos berikutnya.
Mebelah padang safana membelah padang safana dan lagi membelah itu jalur yang
kami leati untuk menuju cisentor. Cesentor itu jalur pertemuan antara jalur pendakian baderan dan beremi. Kami tiba di
cisentor sekitar jam 12.00. ada selter kalo di cisentor dan dekat juga dengan
sumber air, yaitu sungai. Selesai istirahat kami bergegas untuk melanjutkan
perjalanan menuju pos selanjutnya dimana kita akan bermalam yaitu pos rawa embek. Perjalanan menuju rawa
embik kami melewati padang edelweiss, tapi kata sya sih bukan padang tapi itu
hutan edelweiss, pohonny edelwessnya tinggi banget men kita jd kaya di bawah
atap edelweiss gitu, keren lah men…..jam 15.30 akhirnya kami keluar dari hutan
edelweiss dan tiba di pos rawa embek, kita ngekem pas banget di samping selokan
kecil yang juga sumber air kita.
Kamis, 16
oktober 2013
Jam 09.00 kami mulai melanjutkan
perjalanan, dan tujuan kami kali ini adalah puncak men, puncak argopuro dan
puncak rengganis. 3 hari 3 malam kami melakukan perjalanan akhirnya kami
pertama kalinya melihat puncaknya. Trek yang kami lewati itu hutan edelweiss
lagi, terus sungai kering dengan bebeatuan dan jurang dalamnya dan pastinya
treknya menanjak….jam 11.30 akhirnya kami menginjakan kaki di puncak argopuro, setelah puncak
argopuro, kami tidak menunggu lama untuk mencapai puncak rengganis, karena kedua puncak ini berdekatan. Jadi untuk
muncak ke dua puncak ini kami simpan keril di pertigaan kedua puncak ini, dari
pertigaan itu butuh waktu 25 menit ke puncak argopuro dan 15 ke puncak
rengganis. Jam 12.00 kami mulai berjalan kembali untuk menuju danau taman hidup untuk mencapai danau
taman hidup ada dua alternatip jalur yang bisa dilewati. Yang pertama kembali
ke pos cisentor dan turun kembali menggunakan jalur beremi yang sudah pasti
memakan waktu sangat lama, dan yang ke dua menggunakan jalur potong kompas
dengan terus berjalan lurus mengikuti jalur yang sudah ada di pertigaan puncak
argo dan puncak rengganis. Kami menggunakan alternative yang kedua karna
memakan waktu yang kebih singkat. Dari pertigaan, kami terus berjalan lurus
melewati membelah padang safana dan akhirnya melipir ke samping puncak
argopuro, jalurnya memang terjal sampai akhirnya bertemu lagi dengan jalur
pendakian beremi. Jam 16.00 akhirnya kami tiba di danau taman hidup.
Jumat, 17
oktober 2013
Jam 09.00 setelah puas berfoto
dan menikmati pemandangan, kami bergegas turun melewati jalur beremi, untuk turun menggunakan jalur
bremi kami kembali memasuki hutan yang kemarin kita lewati saat ke danau taman
hidup, hanya saja di pertigaan kita mengambil jalan ke kiri, kita berbelok ke
kiri dan terus turun melewati hutan, treknya memang lumayan terjal, tapi ada
bonusnya juga sih, akhirnya kita sampai di perkebunan menyan dan perkebunan
warga, dan itu berarti kita telah dekat ke perkampungan. Kami tiba di pos
pemeriksaan sekitar jam 14.30. di pos pemeriksaan kita harus menyerahkan surat
simaksi, dan kami pun bisa ikut mandi dan bersih bersi. Sambil bersih bersih
kami juga menunggu bis yang ke arah probolinggo,
bis ini hanya lewat pada jam 06.00 dan 15.30.
Jam 16.00
kami tiba di terminal probolinggo dengan menggunakan angkutan umum setelah
sebelumnya kami turun di pul bis yang dari beremi, ongkos yang kami bayar dari
pos pemeriksaan sampa probolinggo Rp 15.000.
Sabtu, 18
oktober 2013
Setelah melewatkan malam di
stasiun probolinggo kami bersiap untuk pulang ke bandung dengan menggunakan
kreta menuju kutoarjo terlebih dahulu dikarenakan kreta yang langsung ke
bandung kehabisan, jadi kita berencana transit di kutoarjo dan lanjut ke
bandung dari kutoarjo. 30 menit sebelum keberangkatan sya baru sadar kalo KTP
saya g ada, dan ternyata tertinggal di indomart dimana saya membeli tiket,
sayapun bergegas menuju indomart tapi sayang ketika sya kembali ke stasiun
kreta telah berangkat, dan di sana ada dewa yang menunggu saya. Kami berdua
memutuskan untuk pergi ke Surabaya ke stasiun gubeng, kami berdua menggunakan
bis dan membayar Rp 15.000, dan ternyata di stasiun gubeng kami mendapat tiket
ke lempuyangan. Di lempuyangan kami berdua tiba jam 19.30, dari stasiun kami
bergegas menuju terminal giwangan untuk mencari bis yang bisa mengantar kami
pulang ke bandung, karena semua tiket kereta ke bandung telah habis. Dari
lempuyangan kami menggunakan beca dengan membayar Rp. 35.000. setibanya di
terminal giwangan beruntung kami langsung mendapatkan bis yang jurusan bandung,
kami pun tidak tunggu lama lagi kami langsung naik dan bayar Rp. 100.000, dan
pada jam 08.00 19 oktober 2013 kami tiba di terminal cicahem kota bandung dan
pertualangan pun berakhir.
ok puncak
nah ni dia danaunya cokpis dah pokonya
nah kali ini mesjid yang ada di samping kantor polisi di baderan, semaleman kita tidur di mari nih
ok segitu aja dari ane, yang mau tanya tanya lebih lanjut boleh dah
ok hatur nuhun
Langganan:
Postingan (Atom)


















